Tampilkan postingan dengan label Desain Grafis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Grafis. Tampilkan semua postingan

Seni Lukis dari Pasir

Berikut adalah jenis seni lukis dengan menggunakan media pasir :

READMORE Share
 

Membuat Gambar Vektor dengan Photoshop





Langkah pertama untuk membuat vektor:




1. Buka file gambar yang akan dijadikan vektor, double klik layer photo jika

muncul kotak dialog, isi name dengan ‘pola’ lalu klik OK (ini akan

menjadikan photo sebagai Layer pola). Kemudian untuk mempermudah

proses klik menu: Image-Adjustments-Posterize. Proses ini untuk menjadikan

photo sebagai pola vector. Jangan lupa untuk men-save pekerjaan Anda

dengan format *.psd.








Gambar 1. Setting awal dengan Posterize.






2. Kemudian atur Levels-nya antara 7-13 (tergantung kebutuhan), disini saya


setting 10. Semakin besar nilai Levels-nya, maka gambar semakin detil/halus.







Gambar 2. Isi levels dengan 10.






3. Hasil Posterize seperti gambar berikut:











Gambar 3. Hasil posterize.




4. Klik menu Layer-New Layer atau klik icon new layer dipojok bawah Palette

Layer untuk membuat layer baru. Lalu drag layer baru kebawah layer photo.

icon Pen Tool , kemudian buat alur mengikuti kontur-kontur warna

dimulai dari warna yang akan dijadikan warna dasar (Proses ini disebut

Tracing). Kode warna dasarnya : #FBE3AE











Gambar 4. Buat alur dari warna dasar dengan pen tool.




5. Untuk melihat hasil awal, klik icon mata (terdapat pada Palette Layer) pada

layer pola. Hasilnya kurang lebih seperti ini:











Gambar 5. Hasil tracing lengan dengan Pen Tool.




6. Ikuti dengan tracing bagian warna lain sesuai jalur dari photo yang telah

diposterize. Klik lagi icon mata pada layer pola untuk mengaktifkan pola.

Ingat untuk selalu mebuat layer baru agar tracing tidak berantakan. Pilih

warna yang lebih gelap sesuai pola. Usahakan perbedaan warna jangan

terlalu mencolok.









Gambar 6. Tracing bagian yang gelap.




7. Lanjutkan dengan tracing bagian tubuh lainnya seperti wajah dan leher.

Awas mati lampu, Save (Ctrl+s) dulu.







Gambar 7. Tracing wajah.




8. Tracing bagian mata, hidung dan bibir dengan warna yang sesuai. Biasanya

bagian mata dan bibir lebih sulit.











Gambar 8. tracing mata, hidung dan bibir.




9. Tracing bagian pakaian.











Gambar 9. Tracing awal bagian pakaian.




10. Agar terlihat lebih ‘real’, tambahkan tracing bagian pakaian lainnya. Untuk

pilihan warna, pilihlah warna yang lebih muda dari warna pakaian.











Gambar 10. Tracing bagian pakaian lainnya.




11. Tracing juga bagian rambut. Jangan lupa Save (Ctrl+s) dulu.









Gambar 11. Tracing bagian rambut.




12. Tambahkan tracing refleksi rambut, anting-anting dan bagian rambut lainnya.







Gambar 12. Tracing refleksi rambut.




13. Terakhir, tambahkan background untuk mempermanis vektor Anda.











Gambar Hasil Akhir Vektor
READMORE Share
 

Manipulasi Foto


Manipulasi foto adalah sebuah kolaborasi yang pernah berkembang antara fotografi dan desain grafis.
Menggabungkan unsur-unsur tertentu untuk membuat gambar yang unik, yang dapat meyakinkan bahkan set paling berpengalaman mata, membutuhkan satu set yang sangat kreatif keterampilan.
Karena manipulasi foto memberikan pandangan yang realistis tentang gambaran nyata, Anda harus memiliki pikiran terbuka saat mengumpulkan ide-ide tentang cara untuk mendapatkan kreatif dengan gambar Anda.



Manipulasi foto adalah sumber inspirasi, umumnya karena desainer dapat mengekspresikan kreativitas mereka melalui berbagai aspek desain.
Beberapa gambar berikut mengandung unsur ilustrasi, sementara yang lain menampilkan pendekatan yang lebih realistis.
READMORE Share
 

Vektor dan Bitmap


1. Pengertian Grafis Vektor dan Bitmap

Pengertian Grafis Vektor
Grafis vektor adalah objek gambar yang dibentuk melalui kombinasi titik-titik dan garis dengan menggunakan rumusan matematika tertentu.


Pengertian Grafis Bitmap
Grafis Bitmap adalah objek gambar yang dibentuk berdasarkan titik-titik dan kombinasi warna.



2. Kelebihan dan kekurangan grafis vektor dan bitmap

Kelebihan Grafis Vektor
· Ruang penyimpanan untuk objek gambar lebih efisien

· Objek gambar vektor dapat diubah ukuran dan bentuknya tanpa menurunkan mutu tampilannya

· Dapat dicetak pada resolusi tertingi printer Anda

· Menggambar dan menyunting bentuk vektor relatif lebih mudah danmenyenangkan



Kekurangan Grafis Vektor

· Tidak dapat menghasilkan objek gambar vektor yang prima ketika melakukan konversi objek gambar tersebut dari format bitmap

Kelebihan Grafis Bitmap

· Dapat ditambahkan efek khusus tertentu sehingga dapat membuat objek tampil sesuai keinginan.

· Dapat menghasilkan objek gambar bitmap darionjek gambar vektor dengan cara mudah dan cepat, mutu hasilnya pun dapat ditentukan



Kelemahan Grafis Bitmap

· Objek gambar tersebut memiliki permasalahan ketika diubah ukurannya, khususnya ketika objek gambar diperbesar.

· Efek yang diidapat dari objek berbasis bitmap yakni akan terlihat pecah atau berkurang detailnya saat dicetak pada resolusi yang lebih rendah



3. Mengetahui aplikasi untuk membuat grafis vektor dan bitmap

Program aplikasi untuk membuat grafis vektor dan bitmap itu banyak sekali macamnya, seperti Page Maker, Corel Photo Paint, CorelDraw, Adobe Photoshop dan masih banyak lagi yang lainnya. Tetapi yang akan dibahas disini program aplikasi CorelDraw dan Adobe Photoshop.

CorelDraw merupakan salah satu program yang banyak digunakan dalam pembuatan desain grafis dan editing Bitmap yang dilengkapi dengan full color management system dan interactive tools yang memudahkan dalam pembuatan dan editing suatu objek.

Sedangkan Adobe Photoshop merupakan salah satu program aplikasi yang digunakan unuk mengedit sebuah gambar (image) menjadi gambar yang lebih menarik, serta bisa menyunting foto dan gambar-gambar yang telah di-scan ke dalam komputer.
READMORE Share
 

Gaya dalam desain Grafis

Gaya dalam desain grafis berarti keindahan visual yang mempunyai pengaruh besar pada suatu masa dan tempat tertentu. Desainer grafis pada dasarnya bertugas untuk mengatur dan mengkomunikasikan pesan untuk menempatkan sebuah produk atau ide di benak audience, memberikan kesan baik, serta memberitahukan dan mempublikasikan suatu informasi dengan cara yang efektif. Dalam proses ini, gaya juga berarti sebuah cara untuk menginformasikan dan menandai pesan yang ditujukan bagi audience tertentu.

Sejak era Victoria hingga sekarang, desain grafis telah berfungsi melayani bermacam kebutuhan di sektor ekonomi dan budaya, oleh sebab itu gaya desain grafis berkembang beraneka ragam pula. Suatu gaya diciptakan karena alasan estetika (Art Nouveau), sedangkan yang lain dengan alasan politik (Dada). Ada pula berdasarkan keinginan untuk mendapatkan identitas bersama (Swiss International Style) atau tuntutan komersial (Post-Modernism), serta berdasarkan landasan moral dan filsafat (Bauhaus). Beberapa gaya dipengaruhi oleh seni murni/fine art (Art Deco), atau ada yang terpengaruhi oleh industri (Plakatstil). Beberapa gaya nasional bahkan menjadi sebuah gerakan internasional (Futurism). Namun ada pula beberapa gaya yang bertahan hingga saat ini dan terus masih digunakan (Contructivism, Expressionism, Surrealism). Beberapa gaya tidak mampu bertahan dan hilang ditelan jaman, beberapa gaya dihidupkan dan dipakai kembali hari ini dan bahkan disalahgunakan oleh generasi berikutnya.

Gaya dalam Desain Grafis

1. Victorian

Gaya desain grafis Victorian berkembang di Amerika, Inggris dan sebagian besar benua Eropa sejak tahun 1820-an hingga tahun 1900. Gaya ini muncul karena reaksi seniman atas akibat yang ditimbulkan oleh revolusi industri. Memang di lain pihak, revolusi industri di Inggris mendatangkan berkah namun juga memunculkan akibat meningkatnya kriminalitas, urbanisasi dan orang kaya baru (kaum borjuis/borgeouis). Mereka kemudian mencari gaya dari masa lalu dengan membandingkan pada seni dan arsitektur jaman Gothic.

Setelah peristiwa Pameran Raya tahun 1851, masyarakat semakin berminat pada ornamentasi bentuk-bentuk bersejarah. Selera masyarakat beranggapan bahwa bentuk-bentuk yang cenderung gemuk akan menimbulkan efek yang menyenangkan mata.

Para perancang grafis masa ini menolak standar tipografi Renaissance dengan cara menciptakan poster yang justru merusak keanggunan typeface Bodoni dan Didot dari abad ke-18. Caranya dengan membuat menjadi lebih lebar dan hitam. Peniruan ini dinamakan dengan Fat Face dan menjadi ciri khas era Victorian. Kemajuan teknologi juga ikut mendukung perkembangan perubahan gaya Victorian, yaitu dengan adanya cetak warna (chromolithography) di Jerman dan Amerika tahun 1870-an. Teknik cukil kayu (woodcut) dan typeface dengan serif/sirip serta huruf-huruf Gothic menjadi sebuah desain yang khas era ini.



2. Arts and Crafts

Pameran Raya pada 1851 juga membawa pengaruh di masyarakat mengenai kenyataan bahwa revolusi industri telah menekan kualitas estetika/keindahan pada barang-barang yang dihasilkan industri masa itu. Mereka berusaha mengembalikan lagi standar esetetika dengan mengembangkan sebuah gaya nasional secara terpadu. John Ruskin(1819 – 1900) seorang seniman dan kritikus mengatakan bahwa bentuk-bentuk Gothic dan ornamen merupakan obat yang paling manjur untuk menyembuhkan semua penyakit estetika modern.

Sementara William Morris (1834 – 1896) seorang arsitek dan desainer rekan Ruskin, menerapkan typeface-typeface sans serif dan menolak memakai typeface klasik Roman. Gaya ini segera menjadi pengaruh yang menentukan dari pergantian cara pikir di dalam estetika era Victorian.





Gb. 1 Arts and Crafts Design Style (1893).

Sumber: Steven Heller & Seymour Chwast, Graphic Style, New York, 1988



3. Art Nouveau

Gaya ini merupakan gaya desain internasional pertama yang berkembang mulai tahun 1880-an hingga era awal perang dunia pertama. Walaupun hanya berlangsung relatif singkat, namun Art Nouveau memiliki kekuatan dalam menyebarkan seni murni di masyarakat. Bahkan dianggap sebagai salah satu inovasi paling imajinatif di dalam sejarah desain oleh para kritikus saat itu.

Gaya ini sebenarnya dimulai di Inggris dan merupakan turunan langsung dari gerakan Arts and Cratfs. Desainer pada masa itu menampilkan bentuk-bentuk informal yang mengambang, desain dengan irama bergelombang, pola datar, feminin, garis-garis lengkung, gaya naturalis tumbuhan, serangga, wanita telanjang serta simbolisasi-simbolisasi yang menimbulkan kekaguman. Art Nouveau memperkenalkan unsur-unsur sensualitas ke dalam desain dan seringkali digambarkan dengan jelas.





Gb. 2 Contoh Gaya Desain Art Nouveau.

Desainer tidak diketahui.Inchiostri da Scrivere.(Poster/1911)

Sumber: Steven Heller & Mirko Ilic, Icon of Graphic Design, Thames & Hudson, London, 2001

a. French/Belgian Art Nouveau

Pada tahun 1870-an hingga tahun 1899, Jules Cheret (1836 – 1932) membuat semarak jalanan di kota Paris dengan ratusan poster iklannya. Cheret sendiri sering disebut sebagai Bapak Poster Modern dengan karya desainnya yang berjumlah lebih dari seribu poster. Desain yang dibuat Cheret biasanya adalah menampilkan figur tunggal dengan satu atau dua kata (biasanya berupa slogan) yang ditulis dengan tangan. Figur tampak terpisah dengan kaki yang tidak menyentuh tanah dan melayang di atas permukaan poster. Ciri-ciri ini kemudian menjadi dasar bagi desain poster di Eropa dan Amerika pada perriode berikutnya.





Gb. 3 Contoh Gaya Desain French/Belgian Art Nouveau.

Henri de Toulouse-Lautrec. Reine de Joie.(Poster/1892)

Sumber: Steven Heller & Mirko Ilic, Icon of Graphic Design, Thames & Hudson, London, 2001



b. Jugendstil

Di kota Munich, Jerman pada tahun 1896 berkembang gaya Jugendstil (yang artinya ‘gaya muda’ dalam bahasa Jerman) yang mana berkembang dari gaya cetak tradisional Jerman. Gaya ini sering menampilkan pinggiran yang keras dan memperbolehkan sentuhan pribadi seperti pada sampul majalah Jugend. Para desainer penganut gaya ini menolak menampilkan tipografi tradisional namun memakai typeface yang unik tetapi kadang sulit dibaca.



Gb. 4 Contoh Gaya Desain Jugendstil.

Desainer tidak diketahui. Jugend. (Sampul majalah/1900)

Sumber: Steven Heller & Mirko Ilic, Icon of Graphic Design, Thames & Hudson, London, 2001



c. Glasgow Style

Terinspirasi oleh ornamen tradisional Celtic dan garis khas Beardsley, para seniman Skotlandia yang dipimpin oleh Charles Rennie Mackintosh (1868 – 1928) mengembangkan bahasa visual baru yang kemudian dikenal sebagai Glasgow Style. Gaya ini kemudian diterapkan dalam karya-karya seni grafis, tekstil, arsitektur dan desain interior. Karena pada awal dekade 1890-an, gaya ini menggunakan motif botani, maka Glasgow Style dihubungkan dengan Art Nouveau, namun lebih menekankan pada desain fungsional dan menolak motif berlebihan.

Glasgow Style menampilkan komposisi-komposisi yang lebih geometris,menggantikan unsur-unsur botani dan garis-garis lengkung dengan struktur garis lurus yang kuat. Tema-tema desainnya adalah garis vertikal naik dan dengan kurva-kurva lembut di tiap ujungnya untuk memperhalus pertemuan dengan garis horisontal. Ciri-ciri gaya ini adalah sudut-sudut yang sempit, segi empat yang tinggi, ditambah bentuk-bentuk oval, lingkaran dan lengkungan.





Gb. 5 Contoh Gaya Desain Glasgow Style.

Glasgow Institute of Fine Arts (1895)

Sumber: Steven Heller & Seymour Chwast, Graphic Style, New York, 1988



d. Vienna Secession

Gaya ini mirip dengan Jugendstil yakni memberikan sentuhan pre-Raphaelitism, antik, klasik, anti naturalistik, garis lurus murni, geometris sederhana, kontur/outline yang tegas, gambar bersudut runcing dan tipografi dekoratif.

Gaya ini diperkenalkan oleh Gustav Klimt (1862 – 1916) yang terpengaruh oleh The Glasgow School.



e. American Art Nouveau

Sebagai gaya yang internasional, pengaruhnya sampai juga ke Amerika. Walaupun sempat menjadi trend di Amerika, namun tidak pernah benar-benar dominan, berbeda dengan yang terjadi di Eropa. Para desainer Amerika enggan mempergunakan gaya untuk merubah dunia politik, budaya dan spiritual mereka.





Gb. 6 Contoh Gaya Desain American Art Nouveau.

Jackie Meyer – desainer, Mel Odom – ilustrator, Max Lakeman and the Beautiful Stranger. (Sampul buku/1990)

Sumber: Steven Heller & Mirko Ilic, Icon of Graphic Design, Thames & Hudson, London, 2001



4. Early Modern

Pada dekade 1870-an hingga 1890-an adalah masa di mana industri mengalami kemajuan yang pesat. Dengan begitu, dunia periklananpun turut berkembang juga. Dimulailah era poster, kemasan dan iklan mendukung kegiatan-kegiatan kabaret, teater, sirkus, musik serta pertunjukan budaya lainnya.

a. Beggarstaff

Pada tahun 1894 di Inggris, seorang pelukis bernama James Pryde (1866- 1941) bersama iparnya William Nicholson (1872 – 1949), yang kemudian menyebut diri mereka sebagai The Beggarstaff Brothers membuka studio untuk melayani iklan.

Ciri-ciri desain mereka adalah tanpa hiasan dan untuk menghemat waktu proses reproduksi mereka memakai silhouette. Warna yang dipakai dibatasi menjadi hanya dua atau tiga warna dasar saja. Desain-desainnya kebanyakan asimetris dengan typefacetebal untuk mengimbangi ilustrasi.





Gb. 7 Contoh Gaya Desain Beggarstaff.

Lucian Bernhard. Priester Match Company. (Poster/1906).

Sumber: Steven Heller & Mirko Ilic, Icon of Graphic Design, Thames & Hudson, London, 2001



b. Die Wiener Werksttate

Desain pada gaya ini berdasar pada pemanfaatan bidang dan keseimbangan antara bidang positif dan negatif, ditambah dengan huruf Gothic asli yang dibatasi secara geometris dan typeface seperti tulisan tangan. Walaupun gaya ini hanya bertahan hingga tahun 1932, namun telah mampu menjembatani jurang antara seni dan industri.





Gb. 8 Contoh Gaya Desain Die Wiener Werkstatte.

Richard Erdmann Schmidt. Modern Drucksachen. (Iklan Cetak/1919)

Sumber: Steven Heller & Mirko Ilic, Icon of Graphic Design, Thames & Hudson, London, 2001



c. Deutscher Werkbund

Adalah merupakan serikat dari pengusaha, retailer dan desainer yang dibentuk di Munich, Jerman pada tahun 1907 untuk meningkatkan mutu produk industri Jerman. Dipengaruhi oleh ide-ide dari gaya Arts and Crafts dari Inggris, Werkbund terlihat mengaplikasikannya ke dalam teknik produksi massal.



d. Plakatstil

Sebuah gerakan poster yang bermula di Jerman pada awal tahun 1890-an dan mencoba mengangkat poster iklan komersial menjadi sebuah bentuk karya seni. Berawal dariSachplakat (poster obyek) yang terbentuk dari obyek tunggal yang dominan, jenis huruf yang sederhana namun tegas, serta warna-warna yang mencolok. Desainer pada gaya ini antara lain Lucian Bernhard dan Ludwig Hohlwein. Majalah bulanan yang terbit di Berlin, Das Plakat (1910 – 1921) menjadi sebuah media yang sangat terpengaruh gaya desain ini.





Gb. 9 Contoh Gaya Desain Plakatstil.

Austin Cooper. Austin Reed’s of Regent Street. (Poster/1928).

Sumber: Steven Heller & Mirko Ilic, Icon of Graphic Design, Thames & Hudson, London, 2001



5. Expressionism

6. Modern

a. Futurism

Awalnya adalah sebuah gerakan seni yang revolusioner pada tahun 1909 oleh penulis Italia Filippo Tommaso Marinetti (1876 – 1944). Pemunculan pertama dari gaya desain ini adalah pada surat kabar Perancis Le Figaro (20 Pebruari 1909), menampilkan gabungan antara nasionalisme, militerisme Italia dan penyembahan terhadap kecepatan, yang diekspresikan melalui figur mobil dan pesawat terbang.





Gb. 10 Contoh Gaya Desain Futurism.

Desainer tidak diketahui. Future New York. (Kartu pos/1916).

Sumber: Steven Heller & Mirko Ilic, Icon of Graphic Design, Thames & Hudson, London, 2001



b. Vorticism

Sebuah gerakan seni di Inggris yang dimulai oleh Wyndham Lewis (1882 – 1957) pada tahun 1914, yang mana pada desain-desainnya terlihat penggabungan komposisi yang dinamis serupa dengan gaya kubisme maupun futurisme. Lewis merupakan editor majalahBlast, sebuah majalah yang kontroversial saat itu. Ilustrasi dan tipografi pada gaya desain ini menampilkan ketidakberaturan, dengan kontras yang kaku serta garis-garis yang bergerigi dan dilawan dengan bidang diagonal. Gerakan ini ikut surut seiring dengan berakhirnya Perang Dunia I.



c. Constructivism

Gaya ini muncul pada gerakan seni Rusia yang radikal yang berkembang menjelang Revolusi Bolshevik tahun 1917. Dalam rangka ikut memperbaiki peran seniman dan memberikan kontribusi pada ‘kontruksi’ untuk sebuah negara komunis yang baru, sekelompok seniman menolak konsep ‘seni untuk seni’, yang mana konsep ini yang menjadi dasar dari gerakan Suprematisme.





Gb. 11 Contoh Gaya Desain Contructivism.

L. Lissitzky. Beat the Whites with the Red Wedge. (Poster/1920)

Sumber: Steven Heller & Mirko Ilic, Icon of Graphic Design, Thames & Hudson, London, 2001



d. De Stijl

Sering disebut The Style, sebuah gerakan seni di Belanda dan menjadi nama sebuah majalah yang pertama kali dicetuskan oleh Theo van Doesburg seorang pelukis dan desainer pada tahun 1917. De Stijl yang terpengaruh oleh gerakan avant-garde pada tahun 1920-an yang berkomitmen menyatukan seluruh seni. Gerakan yang menarik perhatian para seniman, desainer dan arsitek ini memiliki ciri-ciri penampilan obyek-obyek abstrak melalui bentuk kotak dan warna-warna primer dipadukan dengan hitam, putih dan abu-abu. Beberapa nama yang seringkali dihubungkan dengan gaya ini adalah pelukisPiet Mondrian, arsitek dan desainer furnitur Gerrit Rietvield dan Piet Zwart. Desain pada gaya ini sangatlah disiplin dan terukur, dengan pemakaian typeface sans serif, garis-garis lurus, blok-blok kotak yang rapat dan layout asimetris yang inovatif.



Gb. 12. Contoh Gaya Desain De Stijl.

Theo van Doesburg dan Vilmos Huszar. De Stijl. (Sampul majalah/1917).

Sumber: Steven Heller & Mirko Ilic, Icon of Graphic Design, Thames & Hudson, London, 2001





e. Bauhaus

(Dalam bahasa Jerman mempunyai arti: Bangunan Rumah/Building House). Sebuah sekolah desain Jerman yang mencoba menyatukan antara seni dan industri dengan menolak segala rupa bentuk-bentuk dekoratif dan teknik-teknik konstruksional. Didirikan di Weimar pada tahun 1919 oleh Walter Gropius, Bauhaus mencanangkan diri sebagai ‘bangunan yang lengkap untuk segala tujuan seni rupa’.



Gb. 13 Contoh Gaya Desain Bauhaus.



f. The New Typography

Sebuah pendekatan yang revolusioner terhadap desain tipografi yang dikembangkan di Eropa selama tahun 1920-an hingga awal 1930-an. Sebuah komponen penting dalam gerakan Modernisme dalam desain grafis, The New Typography menggabungkan unsur-unsur karya dan tulisan dari William Morris dengan ditambah aspek-aspek gerakan seni lainnya, seperti Cubism, Futurism, Dada, de Stijl dan Constructivism. Berawal di Rusia dan Jerman, gaya ini juga menarik para peminatnya di Belanda (Paul Schuitema, Piet Zwart), Cekoslovakia (Ladislav Sutnar) dan Polandia (Henryk Berlewi). Tokoh-tokoh dari gerakan ini adalah El Lissitzky, Laszlo Moholynagy dan Jan Tschichold. Lissitzky menolak bentuk-bentuk dekorasi dan memperjuangkan layout yang dinamis asimetris yang menampilkan bentuk-bentuk geometris dan typeface sans serif.





Gb. 14. Contoh Gaya Desain The New Typography



7. Art Deco

Sebuah gaya yang cenderung menampilkan kemewahan, yang mana menjadi gaya secara internasional yang muncul pada tahun 1918 – 1939 di dunia fashion, interior, arsitektur, keramik dan desain industri. Diberi nama seusai World’s Fair di Paris tahun 1925 (Exposition Internationale des Arts Decoratifs et Industriale Modernes). Menampilkan warna-warna yang cerah dan hidup diantara motif-motif floral, figuratif dan geometris.





Gb. 15. Contoh Gaya Desain Art Deco



8. Dada

Sebuah gerakan di dunia sastra dan seni yang berkembang di Swiss selama tahun 1916. Berawal dari keinginan merespon kemuraman masa Perang Dunia I, sekelompok penyair dan seniman ingin mencemooh nilai-nilai kemapanan. Dirintis oleh penyair Tristan Tzaradan Hugo Ball, seniman Hans Arp, gerakan ini dengan cepat merebak hingga ke kota-kota besar dunia seperti New York, Paris dan Berlin. Dada merupakan sebuah gaya yang menantang segala aturan-aturan sosial dan artistik yang baku. Gerakan ini menghilang di tahun 1922 dan menjadi pencetus aliran Surealisme yang muncul di Paris tahun 1924.





Gb. 16. Contoh Gaya Desain Dada



9. Heroic Realism

10.Late Modern

a. American Late Modern

b. Swiss International Style

c. Corporate Style

d. Revivalism dan Ecleticism (Pembaharuan dan Pembebasan)

e. Polish Poster (Poster Polandia)

f. Psychedelic

g. Japanese



11. Post-Modernisme

Sebuah gerakan di bidang desain yang tumbuh di pertengahan tahun 1960-an sebagai respon kritis atas dominasi dan kakunya aliran Modernisme. Dengan menerima bidang-bidang seni, arsitektur dan seni terapan, gerakan ini menyatakan ketertarikannya kembali pada ornamen, simbolisme dan humor visual. Terbebas dari ajaran-ajaran sebelumnya, para desainer post-modern menolak keinginan-keinginan aliran Modernisme dengan mengembangkan dan menantang keyakinan-keyakinan dasar tentang keteraturan dan disiplin yang dianut oleh Bauhaus dan pengikutnya. Berdasarkan pada gerakan International Typographic Style di Swiss yang percaya pada ajaran yang menyatakan bahwa bentuk mengikuti fungsi, namun pada akhir 1960-an sebuah generasi baru desainer grafis Swiss menantang keterbatasan gaya yang selalu dapat diprediksikan. Kita tahu bahwa gaya dari desain era Bauhaus, de Stijl dan Contructivism adalah selalu matematis dan tertata rapi.

Di barisan terdepan gerakan ini terdapat Odermatt dan Tissi di Zurich dan Wolfgang Weingart di Basle. Sejak awal 1970-an pengaruh Weingart sebagai seorang pengajar meluas di Amerika Serikat, dengan penolakannya terhadap ajaran tipografer sepertiTschichold, Ruder dan Gerstner, dia menarik perhatian dan sekaligus kontroversi dalam penentuan nilai-nilai ini.

Dengan pendekatan yang cenderung eklektik (bebas) dan anarkis – yang juga dikenal sebagai New Wave – dengan legibilitas yang seringkali dikorbankan pada ekspresi, telah disebarluaskan di Amerika Serikat oleh mantan murid Basle seperti Daniel Friedman,April Greiman dan Inge Druckrey. Tekanan pada penemuan baru ini adalah pada intuisi dan potensi dari tipografi dan diterapkan di Inggris oleh Neville Brody, di Belanda olehStudio Dumbar dan di Spanyol oleh Javier Mariscal dan Peret. Meskipun akhirnya diterapkan lebih menjadi sebuah gaya daripada sebuah aliran, post-modern memberikan arah baru pada masa depan perkembangan desain grafis. Dengan memperluas ragam sumber bahan dari masa lalu yang tersedia bagi para desainer dan melalui kedekatannya dengan teknologi baru, pengaruhnya terasa begitu membebaskan dan positif.


READMORE Share
 

Perkembangan desain grafis

Didalam desain grafis terdapat beberapa aliran gaya desain dari para terdahulu yang sesuai dengan sejarah perkembangan desain grafik diantaranya :

Art Nouveau

Art Nouveau merupakan aliran gaya desain yang berkembang sekitar tahun 1890-1914 , nama Art Nouveau diambil dari toko La Maison de l’Art Nouveau yang didirikan oleh Siegfried Bing di Paris pada tahun 1896 . Art Nouveau berkembang dengan menggabungkan aliran yang lebih dahulu berkembang yaitu Arts & Craft Movement oleh William Morris .
Karakter Art Nouveau adalah pada dasarnya merupakan tambahan dari nilai-nilai yang berhubungan dengan garis-garis yang bergelombang, kesederhanaan komposisi,bentuk yang distilir dan latar belakang yang dekoratif.
Berikut contoh dari desain Art Nouveau





De Stijl

De Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan di sekitar tahun 1920an yang besar di Belanda . Gerakan De Stijl ini dimulai oleh pelukis bernama Theo van Doesburg dan Piet Mondrian. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni De Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni.Komposisi visual disederhanakan menjadi hanya bidang dan garis dalam arah horisontal dan vertikal, dengan menggunakan warna-warna primer di samping bantuan warna hitam putih .
Pada dasarnya aliran De Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep de Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitekrur.
Berikut contoh dari desain De Stijl




Futurisme 
Futurisme merupakan aliran yang muncul di Itali tahun 1909 , Prinsip Futurisme dibesarkan oleh pesastra Itali bernama Filippo Tommaso Marinetti yang mendobrak faham kubisme karena dipandang statis dalam hal komposisi, garis, warna, serta ritmenya). Penganut aliran ini menganggap bahwa kesenian masa lalu telah mati. Futurisme adalah seni untuk masa datang, yang menguasai masa depan. Futurisme mengabdikan diri pada gerak dan memiliki semboyan “Keindahan dalam artinya yang baru adalah bila mobil meluncur bagaikan peluru”.

Berikut contoh dari desain Futurisme

READMORE Share
 

Aliran Psychedelic (Desain Grafis)

Psychedelic adalah sebuah aliran seni yang nge-trend pada periode '60an sampai akhir '75an. Aliran ini muncul dipelopori oleh anak-anak muda yang menganut gaya hidup hippies, yaitu sebuah gaya hidup bebas yang keras menantang keteraturan budaya, radikal, dan membenci pemerintahan (akibat perang yang terus-menerus terjadi pada masa itu).


Istilah Psychedelic sendiri berarti suatu keadaan kejiwaan dimana orang mengalami halusinasi dan hilang kesadaran akibat pengaruh dari luar, semisal obat-obatan. Pada era '60an, para seniman menggunakan bantuan obat-obatan agar mencapai keadaan psychedelic, sehingga karya seni yang tercipta dinamakan Seni Psychedelic.


Gaya seni ini banyak digunakan untuk desain poster musik rock.
Karakteristik
- Penggunaan warna yang mencolok, ramai, dan saling bertabrakan,
- Komposisi elemen yang saling bertabrakan, tidak teratur,
- Banyak menggunakan bentuk tipografi dan elemen visual yang meliuk-liuk,
- Keterbacaan huruf relatif rendah,
- Sering ditemui adanya ilusi-ilusi optikal,
- Menggunakan tekstur-tekstur yang rumit.
READMORE Share
 

Digital art









Digital art adalah istilah umum untuk berbagai karya seni dan praktek yang menggunakan teknologi digital sebagai bagian penting dari proses kreatif dan /atau presentasi. Sejak tahun 1970, berbagai nama telah digunakan untuk menggambarkan proses termasuk seni komputer dan seni multimedia, dan seni digital itu sendiri ditempatkan di bawah payung besar istilah seni media baru.

Dampak teknologi digital telah mengubah kegiatan seperti lukisan, patunggambar, dan musik / suara seni, sementara bentuk-bentuk baru, seperti senibersih, seni instalasi digital, dan realitas virtual, telah menjadi praktik artistik yang diakui.
Lebih umumnya seniman digital istilah digunakan untuk menggambarkan seorang seniman yang memanfaatkan teknologi digital dalam produksi seni. Dalampengertian yang diperluas, "digital art" adalah istilah yang diterapkan untuk seni kontemporer yang menggunakan metode produksi massal atau media digital.
READMORE Share
 

Pengertian Desain Grafis



    Desain Grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau oesan seefektif mungkin.
    Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan abstraksi simbol - simbol yang dapat disembunyikan, desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art.
Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk pada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), ataupun disiplin ilmu yang digunnakan(desain).
Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk didalamnya tipografi ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar dan tata letak.
    Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahansejalan dengan perkembangan zaman desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik,yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
    Batas dimensi pun telah berubah seiring dengan perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa di terapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.
Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsure-unsur tersebut termasuk shape, bentuk (form) , tekstur garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual,
Prinsip-prinsip tersebut seperti keseimbangan(balance), ritme(rhythm), tekanan(emphasis), proporsi (proportion) dan kesatuan(unity).kemudian membentuk aspek structural komposisi yang lebih luas.
Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide akal, mata, tangan, alat gambar tangan dan computer, sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.
    Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan computer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan computer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak pena, atau untuk mensimulasi efek dari media tradisional tanpa perlua menutut banyak ruang.
    Seorang desainer grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang komlpleks secara tepat, dan selanjutnya dia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya dengan tangan atau komputer 
Share
READMORE Share
 
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN