Tampilkan postingan dengan label Artist biography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artist biography. Tampilkan semua postingan

Biografi Michael Angelo 1475-1564



Michaelangelo Buonarroti' atau nama lengkapnya dalam bahasa Italia Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni (dalam bahasa Spanyol disebutMiguel Ángel; dalam bahasa Perancis disebut Michel-Ange, yang kurang lebih berarti Malaikat Mikail) (lahir 6 Maret 1475 – meninggal 18 Februari 1564 pada umur 88 tahun) adalah seorang pelukis, pemahat, pujangga, dan arsitek zaman Renaissance.

Ia terkenal untuk sumbangan studi anatomi di dalam Seni Rupa. Karyanya yang dianggap terbaik adalah Patung David, Pietà, dan Fresko di langit-langit Kapel Sistina.

Lahir dekat Arezzo, di Caprese, Toscana, Italia tahun 1475. Ayahnya Lodovico di Leonardo di Buonarotti di Simoni adalah seorang pegawai hukum di Caprese. Ibunya Francesca di Neri del Miniato di Siena. Keluarganya memiliki status kebangsawanan rendah.

Awal pembelajaran, pengaruh keluarga Medici

Ayahnya menginginkan agar Michaelangelo berkonsentrasi ke profesi yang dianggap lebih mapan, namun Michaelangelo menyukai seni rupa. Ia lalu dibina oleh Domenico Ghirlandaio (namun dengan suatu sebab Michaelangelo menolak hal ini) dan Bertoldo di Giovanni. Ghirlandaio kemudian merekomendasikannya kepada Lorenzo de Medici. Ia lalu membuat beberapa karya yang cukup mengagumkan (untuk usianya yang masih belasan tahun), namun belum mampu membuat namanya menjadi lebih terkenal, di antaranya:
Madonna de la Salsa (1490-1492)
Battle of the Centaurs (1491-1492)

Ciri perfeksionisme Michaelangelo mulai berkembang sejak kritik-kritik yang dilancarkan Lorenzo de Medici.

Revolusi Savonarola

Setelah Lorenzo de Medici wafat, penggantinya, Piero de Medici bukanlah orang yang disenangi oleh Michaelangelo. Ia kemudian keluar dari binaan keluarga Medici dan melanjutkan karya-karyanya sendiri. Kepemimpinan Piero de Medici yang lemah membuat kota Firenze dikepung pihak Republikan, dan keluarga Medici terusir dari kota Firenze.

Pada masa ini, Michaelangelo membuat beberapa karya, antara lain:
Wooden crucifix (1493) untuk gereja Santa Maria del Santo Spirito
Patung studi Hercules dari marmer

Runtuhnya kekuasaan keluarga Medici memberi celah bagi ajaran pendeta Savonarola yang menentang kembalinya unsur seni klasikisme ke dalam Gereja. Seni Klasik dianggap mengandung banyak demoralisme, di antaranya banyaknya unsur erotisme dan gayisme (kebetulan model-model karya seni yang banyak berada di gereja adalah lelaki).

Hal ini membuat Michaelangelo berusaha keluar dari pengaruh Firenze, dan berusaha menersukan profesinya di Venice, kemudian Bologna. Namun di dua kota ini, tidak ada satu pun yang mengenal kebesaran nama Michaelangelo.

Ia kemudian terlibat penipuan patung "The Lost Cupid" yang kemudian dibeli oleh pihak Gereja. Meskipun kemudian ketahuan, usahanya ini mendapat apresiasi dari Kardinal Raffaele Riario. Michaelangelo kemudian mendapat kepercayaan untuk membuat patung Bacchus. Namun kemudian patung ini diakui Michaelangelo sebagai pesanan Jacopo Galli.

Di bawah pengaruh Papacy

Di masa ini, karya-karya Michaelangelo mulai mendapatkan apresiasi yang baik. Dan pada tahun 1504, ia mulai mengerjakan karyanya yang paling terkenal, David yang kemudian dipajang di Piazza della Signoria. Karya ini dimaksudkan sebagai simbol kekuatan Republik atas ancaman dari faksi-faksi yang bertikai di daerah Romawi. Karya ini juga menjadi awal perseteruannya dengan Leonardo da Vinci yang menyarankan agar karya tersebut di tempat yang tidak terlalu mencolok.Pada November 1497, duta besar Perancis meminta Michaelangelo membuat Pietà, patung Bunda Maria yang menangisi kematian Yesus. Karya ini menjadi pelopor dicantumkannya nama pematung langsung di karya yang dibuat.

Sebagai pengakuan terhadap keahliannya, Michaelangelo dipanggil ke Roma pada tahun 1503 untuk menyelesaikan peristirahatan Paus sebelumnya. Tetapi proyek ini terlantar dengan ditugaskannya pembuatan Fresko di dinding Kapel Sistina.

Hal ini menjadi tantangan besar untuk Michaelangelo, sebab meskipun pernah mempelajari pembuatan Fresko pada masa Domenico Ghirlandaio, namun secara keahlian ia sama sekali bukan pelukis.

Fresko ini dikerjakan dalam periode 1508-1512 dengan satu bagian terakhir di ujung kapel yang belum diselesaikan hingga masa Paus Paulus III dimulai.

Kekuasaan Tahta Kepausan di Firenze

Pada tahun 1513, pengaruh Papacy di Firenze meningkat dengan naiknya salah satu anggota keluarga Medici, Paus Leo X. Ia ditugaskan untuk mengerjakan Facade Basilika San Lorenzo dengan imbalan yang sangat menarik. Namun keuangan keluarga Medici yang ambruk kemudian membuat karya ini terkesan setengah jadi. Salah satu bagian yang terkenal dari karya ini adalah patung Musa.

Pengaruh Tahta Kepausan akhirnya runtuh pada tahun 1527 dan keluarga Medici bangkrut, kemudian diikuti kembalinya kekuasaan Republik. Michaelangelo kemudian terlibat dalam perancangan perlindungan kota Florence dari kepungan dengan membuat desain benteng.

Namun usaha ini membuat dirinya dianggap sebagai pengkhianat keluarga Medici sehingga pada tahun 1530, ia meninggalkan Florence setelah kekuasaan Medici kembali.

Akhir riwayat hidup

Michaelangelo kembali mendapat kepercayaan untuk menyelesaikan bagian terakhir dari fresko Kapel Sistina, yaitu Pengadilan Terakhir. Karya ini kemudian menimbulkan kontroversi karena pengeksposan ketelanjangan.

Karya ini diperbaiki oleh asistennya Daniele da Volterraa dengan menambahkan lukisan kain penutup di bagian yang dianggap penting.

Michaelangelo meninggal pada 18 Februari 1564 di usia 88 tahun. Ia sempat membuat parodi Pietà, dengan mengganti Bunda Maria dengan sosok yang diduga adalah dirinya sendiri.
READMORE Share
 

Biografi Niccolo Paganini 1782-1840 (Violinist)



Niccolò (atau Nicolò) Paganini, (lahir di Genoa, 27 Oktober 1782 – meninggal di Nice, 27 Mei 1840 pada umur 57 tahun) adalah seorang pengarang musik serta pemain biola, viola, dan gitar dari Italia. Ia adalah salah seorang virtuoso biola paling terkenal, dan disebut-sebut sebagai salah satu pemain biola terhebat yang pernah hidup, dengan intonasi musik yang sempurna dan teknik yang tiada duanya. Walaupun Eropa pada abad kedelapan belas memiliki beberapa pemain biola yang luar biasa, namun Paganini bisa dianggap sebagai satu-satunya virtuoso biola abad kesembilan belas.

Niccolò Paganini dilahirkan di Genoa pada 27 Oktober 1782, oleh pasangan Antonio dan Teresa (sebelumnya Bocciardo) Paganini. Menurut penulis biografinya Peter Lichtenthal, pertama kali Paganini belajar bermain mandolin ialah diajari oleh ayahnya pada saat ia berusia lima tahun, lalu pindah ke biola pada usia tujuh dan mulai mengarang pada saat ia berusia delapan. Ia bermain di depan publik pertama kalinya pada waktu berumur 12 tahun. Di masa mudanya ini, ia belajar dari berbagai guru, termasuk Giovanni Servetto dan Alessandro Rolla, namun ia tidak dapat menguasai dirinya sendiri seiring dengan kesuksesannya; pada umur 16 tahun ia suka bermain judi dan minum minuman keras. Pada waktu itulah kariernya diselamatkan oleh seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya, yang membawa Paganini ke rumahnya dimana Paganini pulih dari kebiasaan buruknya dan kembali belajar biola selama tiga tahun. Ia juga bermain gitar pada saat itu.

Ia kembali muncul ke khalayak publik pada saat ia berusia 23 tahun, dengan menjadi direktur musik saudara perempuan Napoleon, Elisa Baciocchi, Putri dari Lucca, pada saat ia tidak tur. Tidak lama kemudian ia menjadi legenda karena kemahirannya bermain biola yang tidak tertandingi, dengan debutnya ke Milan pada 1813, Vienna 1828, dan London serta Paris pada 1831. Paganini adalah salah satu orang pertama, bahkan mungkin orang pertama, yang melakukan tur sebagai artis solo, tanpa pemain musik pengiring. Ia menjadi salah seorang 'superstar' pertama-tama dalam hal konser publik. Ia menjadi kaya dan terkenal sebagai pemain musik tur, dan tidak terkalahkan dalam hal memikat pendengarnya.

Sebuah mitos yang merebak luas tentang Paganini ialah bahwa ia menjual jiwanya kepada setan sebagai ganti teknik bermain biolanya, sebuah rumor yang mana ia sendiri merasa tersanjung, dan bisa jadi dimulai oleh dirinya sendiri. Pada saat ia bermain musik, bola matanya akan berputar sampai ke belakang, sehingga hanya tampak putihnya. Cara berdirinya yang lenggang, dengan rambut tipis panjang dan kusut, serta postur tubuhnya yang kurus cekung, semakin menambah rumor tentang dirinya. Ia bermain begitu bersemangatnya hingga para wanita terjatuh pingsan dan para pria akan menangis tersedu-sedu.

Biola yang dipakai Paganini dikenal sebagai Cannone Guarnerius, nama yang diberikan paganini untuk mencerminkan suara 'cannon' yang dikeluarkannya. Senarnya hampir berada pada satu permukaan datar, kebalikan dari semua biola yang lain dimana senarnya membentuk satu lengkungan untuk menghindari menggesek senar yang lain. Dengan demikian Paganini dapat memainkan tiga bahkan empat senar secara mudah pada biolanya.

Di Paris pada 1833, ia memesan sebuah musik konser biola dari Hector Berlioz, yang akhirnya menghasilkan Harold di Italy (Harold in Italy) untuknya, namun Paganini tidak pernah memainkannya.

Kesehatannya mulai menurun setelah ia didiagnosis penyakit kanker tenggorokan. Penyakitnya membuatnya kehilangan kemampuan berbicara, namun ia tetap bermain biola hingga akhir hayatnya. Malam terakhir sebelum kematiannya dikatakan bahwa ia masih berusaha bermain biola secara tidak sadar. Ia meninggal di Nice pada 27 Mei 1840.


Paganini juga mengembangkan jenis musik variasi konser untuk biola solo, dengan cara mengambil tema yang sederhana dan naif, dan variasi lirik yang berselang-seling dengan memainkannya dengan semangat yang menyala-nyala yang membuat pendengarnya menganga mulutnya.Musik orkestra Paganini dinilai sopan, tidak bertele-tele, dan suportif. Kritik mengatakan bahwa musik konsernya menggunakan terlalu banyak kata-kata dan terlalu menggantungkan kepada formula tertentu: salah satu bagian terakhirnya sering kali digantikan dengan yang lain. Selama kariernya, bagian biola dari konsernya disimpannya sendiri. Paganini akan melatih orkestranya tanpa memainkan bagian biolanya secara keseluruhan. Menjelang ajalnya, hanya dua yang telah diterbitkan. Keturunan dari Paganini dengan cerdiknya menerbitkan satu demi satu, setelah jeda waktu beberapa tahun. Saat ini ada enam konser musik Paganini yang telah diterbitkan (walaupun dua yang terakhir kehilangan bagian orkestranya). Komposisinya yang sering menggunakan alat musik gitar dan senar, terutama biola, telah menjadi bagian dari repertori baku.




Paganini dan pengembangan teknik bermain biola

Walaupun beberapa teknik biola yang digunakan oleh Paganini telah ada pada zamannya, namun proses perkembangannya dapat dibilang lambat. Arcangelo Corelli (1653-1713) dianggap sebagai bapak teknik biola, yang pertama kali mengembangkan peranan biola dari semula sebagai instrumen pengiring menjadi instrumen solo. Johann Sebastian Bach (1685-1750), dengan sonatanya Sonatas and Partitas for solo violin (BWV 1001-1006) telah meneguhkan kemampuan polifoni biola. Penjelajahan teknik bermain biola terbesar yang pertama ditemukan pada 24 caprice Pietro Locatelli (1693-1746), yang pada saat itu dianggap terlalu sulit untuk dimainkan (sekarang tidak terlalu sulit lagi). Para pemain biola berbakat pada waktu itu rata-rata lebih berkonsentrasi pada pengembangan intonasi dan teknik gesekan (yang disebut dengan 'teknik tangan kanan oleh pemain alat musik senar), dua cabang yang dianggap paling mendasar dan paling penting untuk pemain biola.

Paganini membuat terobosan baru dalam cara bermain biola untuk para pemain dan penulis musik. Musik-musik untuk biola berubah secara drastis sejak saat itu. Musik yang ditulis Paganini seringkali membutuhkan teknik penjarian dan gesekan yang terbukti memukau para pendengarnya dan menantang pemain sebayanya. Musik konsernya seringkali menggunakan kombinasi staccat,harmoni, pizzicato (dengan kedua tangan), dan interval musik yang lebar (seperti penggunaan interval mayor kesepuluh). Komposisi musik Paganini tidak dianggap polifoni (Eugène Ysaÿe pernah mengkritik bahwa iringan untuk musik Paganini terlalu 'menyerupai gitar', kekurangan karakter-karakter musik polifoni). Namun demikian, ia dianggap berjasa mengembangkan warna suara dan warna instrumen biola ke level yang tidak pernah disadari sebelumnya.

Paganini juga merupakan virtuoso gitar, ia telah menulis lebih dari 200 musik untuk gitar.

Paganini mampu memainkan tiga oktaf di empat senar biola dalam satu jangkauan tangan, suatu kemampuan yang nampaknya tidak masuk akal dengan standar masa kini. Keluwesannya mungkin diakibatkan oleh sindrom Marfan atau sindrom Ehlers-Danlos. Teknik penjariannya, seperti bermain harmoni dengan dua senar, bermain oktaf (dan interval kesepuluh) paralel, dan petikan dengan tangan kiri, dianggap hampir tidak mungkin dilakukan lagi pada zaman ini namun hanyalah sebagai latihan rutin untuk mengaspirasi pemain biola. Kemampuan teknik bermain biola setinggi itu hanya bisa dilakukan oleh segelintir pemain seperti Joseph Joachim dari Austria dan Eugène Ysaÿe dari Belgia

Caprice ke-24 Paganini telah menarik perhatian banyak komposer. Franz Liszt, Johannes Brahms, Sergei Rachmaninoff, Boris Blacher, dan Andrew Lloyd Webber beberapa di antaranya, telah menulis variasi-variasi yang terkenal menurut tema lagu tersebut.
READMORE Share
 

biografi Pablo Sarasate 1844-1908 (Violinist)


Pablo Martín Meliton de Sarasate y Navascués  ( 10 Maret 1844 - 20 September 1908) adalah seorang Spanyol pemain biola dan komposer dari Romantis periode.
Pablo Sarasate lahir di Pamplona , Navarre, anak seorang bandmaster artileri. Dia mulai mempelajari biola dengan ayahnya pada usia lima dan kemudian mengambil pelajaran dari seorang guru lokal tapi bakat musiknya menjadi jelas sejak awal dan ia tampil dalam konser publik pertama di La Coruña pada usia delapan. Penampilannya itu diterima dengan baik, dan menarik perhatian seorang patron kaya yang menyediakan dana untuk Sarasate untuk belajar di bawah Manuel Rodríguez Saez di Madrid di mana ia mendapat nikmat Ratu Isabel II . Kemudian, sebagai kemampuannya dikembangkan, ia dikirim untuk belajar di bawah Jean-Delphin Alard di Konservatorium Paris pada usia dua belas. Di sana, di tujuh belas, Sarasate memasuki kompetisi untuk Prix Premier dan memenangkan hadiah pertama, kehormatan Conservatoire tertinggi.

Sarasate, yang telah bermain di depan umum sejak kecil, melakukan debutnya Paris sebagai pemain biola konser pada tahun 1860, dan bermain di Londonpada tahun berikutnya. Selama karirnya, ia melakukan tur banyak bagian dunia, tampil di Eropa , Amerika Utara , dan Amerika Selatan . Artistik Nya keunggulan ini disebabkan terutama untuk kemurnian nada, yang bebas dari kecenderungan terhadap sentimental atau kagum, dan bahwa fasilitas mengesankan eksekusi yang membuatnya virtuoso a. Pada awal karirnya, Sarasate dilakukan terutama opera fantasi, terutama Fantasi Carmen , dan berbagai karya lain bahwa ia telah tenang. Popularitas rasa Spanyol Sarasate dalam komposisinya tercermin dalam karya sezamannya. Sebagai contoh, pengaruh musik Spanyol dapat didengar dalam karya-karya terkenal seperti Édouard Lalo 's Symphonie Espagnole yang didedikasikan untuk Sarasate,Georges Bizet itu Carmen , dan Camille Saint-Saëns ' Pendahuluan dan Rondo Capriccioso , ditulis tegas untuk Sarasate dan didedikasikan untuk dia.

Tulisan idiom Sarasate untuk alat-Nya, kritikus musik dan penulis drama George Bernard Shaw pernah menyatakan bahwa meskipun ada banyak komponis musik untuk biola, ada tapi komposer musik beberapa biola. Bakat Sarasate sebagai pemain dan komposer, Shaw mengatakan bahwa ia "meninggalkan kritik terengah mil di belakangnya." Komposisi sendiri Sarasate yang terutama menunjukkan-potongan dirancang untuk menunjukkan teknik teladan (bias ditampilkan, perlu referensi). Mungkin yang paling dikenal dari karya-karyanya adalah Zigeunerweisen (1878), sebuah karya untuk biola dan orkestra. Sepotong, Carmen Fantasy (1883), juga untuk biola dan orkestra, memanfaatkan tema dari Georges Bizet opera Carmen. Mungkin Encores yang paling dilakukan adalah dua buku dari tarian Spanyol, potongan singkat yang dirancang untuk menyenangkan telinga pendengar dan pamer bakat pemain itu. Ia juga membuat pengaturan dari sejumlah karya komposer lain untuk biola, dan set terdiri dari variasi pada "potpourris" diambil dari opera akrab bagi pendengarnya, seperti nya Fantasia di La forza del Destino (Opus nya 1), "nya Cinderamata dari Faust ", atau variasi pada tema dari Zauberflöte Die . Pada 1904 ia membuat sejumlah kecil rekaman.Dalam semua perjalanannya Sarasate kembali ke Pamplona setiap tahun untuk San Fermín festival.


Sejumlah karya untuk biola yang didedikasikan untuk Sarasate, termasuk Henryk Wieniawski 's Violin Concerto No 2 , Édouard Lalo 's Symphonie Espagnole ,Camille Saint-Saëns ' Violin Concerto No 3 dan nya Pendahuluan dan Rondo capriccioso , Max Bruch 's Fantasi Skotlandia , dan Alexander Mackenzie 's Suite Pibroch. Juga terinspirasi oleh Sarasate adalah William H. Potstock 's Souvenir de Sarasate.Sarasate meninggal di Biarritz , Prancis pada September 20, 1908 dari bronkitis kronis. Dia mewariskan biolanya, yang dibuat oleh Antonio Stradivari pada tahun 1724, ke Musée de la Musique . Biola sekarang namanya sebagai Sarasate Stradivarius dalam ingatannya. Keduanya Stradivari biola, para Boissier dari 1713, sekarang dimiliki oleh Conservatorio Superior de Música Estat di Madrid . Di antara murid biolanya adalah Alfred De Seve . Pablo Sarasate Internasional Kompetisi Biola diadakan di Pamplona.
READMORE Share
 

Biografi Jascha Heifetz (1901-1987) (Violisnist)


Jascha Heifetz (pengucapan Inggris: / haɪfɪts / , 2 Februari 1901 - 10 Desember 1987) adalah seorang pemain biola , lahir di Vilnius , Lithuania . Ia secara luas dianggap sebagai salah satu pemain biola terbesar sepanjang masa.

Heifetz dilahirkan dalam sebuah Litvak keluarga di Vilnius , Lithuania , maka bagian dari Kekaisaran Rusia . [5] Ayahnya, Reuven Heifetz, anak Elie, adalah seorang guru biola lokal dan menjabat sebagai concertmaster dari Vilnius Theatre Orchestra untuk satu musim sebelum teater ditutup. Jascha mengambil biola ketika ia berusia tiga tahun dan ayahnya adalah guru pertamanya. Pada lima dia mulai pelajaran dengan Ilya D. Malkin, mantan murid dari Leopold Auer . Dia adalah seorang anak ajaib, membuat debut publik di tujuh, di Kovno (sekarang Kaunas , Lithuania) memainkanKonserto Biola di E minor oleh Felix Mendelssohn . Pada tahun 1910 ia masuk ke Saint Petersburg Conservatory untuk belajar di bawah Leopold Auer sendiri.

Ia bermain di Jerman dan Skandinavia , dan bertemu Fritz Kreisler untuk pertama kalinya di sebuah rumah pribadi Berlin bersama dengan pemain biola mencatat lainnya yang hadir. Kreisler, usai mendampingi 12 tahun Heifetz di piano dalam kinerja konserto Mendelssohn, berkata kepada semua yang hadir, "Sebaiknya kita istirahat biola kami di lutut kita." Heifetz mengunjungi sebagian besar Eropa saat masih di usia remaja. Pada bulan April 1911, Heifetz dilakukan di sebuah konser terbuka di St Petersburg sebelum 25.000 penonton; ada semacam reaksi sensasional bahwa polisi diperlukan untuk melindungi pemain biola muda setelah konser. Pada tahun 1914, Heifetz dilakukan dengan Berlin Philharmonic dilakukan oleh Arthur Nikisch . Konduktor sangat terkesan, mengatakan ia belum pernah mendengar seperti seorang pemain biola yang sangat baik.


Heifetz dan keluarganya meninggalkan Rusia pada tahun 1917, perjalanan dengan kereta api ke paling timur Rusia dan dari situ dengan kapal ke Amerika Serikat, tiba di San Francisco.

Pada tanggal 27 Oktober 1917, Heifetz bermain untuk pertama kalinya di Amerika Serikat, di Carnegie Hall di New York , dan menjadi sensasi segera. [7] pemain biola Fellow Mischa Elman di penonton bertanya "Apakah Anda pikir itu panas di sini? ", dimana pianis Leopold Godowsky , di kursi depan, tidak terganggu menjawab, "Tidak untuk pianis".  Ulasan oleh para kritikus New York yang meriah.

Pada tahun 1917, Heifetz terpilih sebagai anggota kehormatan Phi Mu Alpha Sinfonia , persaudaraan nasional untuk pria dalam musik, demi bab Alpha persaudaraan di New England Conservatory of Music di Boston. Ketika dia berusia 16 pada saat itu, ia mungkin orang termuda yang pernah dipilih untuk keanggotaan dalam organisasi. Heifetz tetap di negeri ini dan menjadi warga negara Amerika pada tahun 1925. Ketika ia mengatakan kepada pengagum Groucho Marx ia telah mencukupi kebutuhan hidupnya sebagai musisi sejak usia tujuh, Groucho menjawab, "Dan saya kira sebelum itu Anda hanya gelandangan."

Teknik dan timbre
Heifetz dianggap salah satu pemain biola terbaik sepanjang masa. Perintah teknis Heifetz dari alat-Nya - kemampuan fisik untuk memainkan biola dengan kecermatan yang mengagumkan - dianggap oleh banyak kritikus sebagai tiada bandingnya. Bahwa pengendalian fisik diaktifkan Heifetz untuk menghasilkan kualitas nada khas, intens dan berkilauan, yang kemudian dianggap sebagai ciri khasnya. Namun, dari waktu ke waktu yang hampir sempurna tekniknya dan sikap tahap konservatif menyebabkan beberapa kritikus untuk menuduh dia menjadi terlalu mekanis, bahkan dingin. Virgil Thomson disebut gaya Heifetz dari bermain "sutra musik pakaian", istilah yang ia tidak berniat sebagai pujian. Kritikus lain berpendapat bahwa ia diresapi bermain dengan perasaan dan menghormati niat komponis. Gaya bermain sangat berpengaruh dalam menentukan cara pemain biola modern yang mendekati instrumen. Nya penggunaan cepat vibrato , emosional portamento , tempo cepat, dan kontrol busur luar biasa bersatu untuk membuat suara yang sangat khas yang membuat kita Heifetz bermain langsung dikenali untuk pecinta. Pemain biola Itzhak Perlman , yang dirinya terkenal karena kaya nada yang hangat dan penggunaan ekspresif portamento, menjelaskan nada Heifetz sebagai seperti "tornado" karena intensitas emosionalnya. Perlman juga mengatakan bahwa Heifetz lebih suka disimpan relatif dekat dengan mikrofon, sebagai akibatnya, orang akan melihat kualitas nada yang agak berbeda saat mendengarkan Heifetz selama pertunjukan gedung konser sebagai lawan rekaman.

Dalam menciptakan suara-Nya, Heifetz sangat teliti pilihannya string. Dia menggunakan perak Tricolore luka usus g-string, usus polos yg tak dipolitur D dan A string, dan baja Goldbrokat E menengah string yang termasuk merek rosin Bukit jelas hemat. Heifetz percaya bahwa bermain pada string usus sangat penting dalam memberikan suara individu.
READMORE Share
 

Biografi Arcangelo Corelli (Violinist)


Arcangelo Corelli dilahirkan di Fusignano, Italia, di provinsi Ravenna. sedikit yang diketahui tentang awal hidupnya. Guru biola Arcangelo Corelli adalah Giovanni Battista Bassani. Matteo Simonelli, penyanyi kapel yang terkenal, mengajar dia komposisi.

Kesuksesan Arcangelo Corelli yang pertama diperoleh di Paris pada umur sembilan belas tahun, dan reputasinya di benua Eropa dalam bidang musik dimulai. dari Paris, kemudian Corelli pergi ke negara Jerman. Pada tahun 1681 Arcangelo Corelli merpertunjukkan kemampuan bermusiknya untuk pangeran Bavaria; antara 1680 dan 1685 ia menghabiskan waktu di rumah temannya, seorang pemain biola dan komposer yang bernama Cristiano Farinelli ( yang dipercaya sebagai paman Castrato Farinelli).

Pada tahun 1685 Corelli berada di Roma, di mana ia memimpin sebuah festival musik untuk Ratu Christina dari Swedia dan ia juga menjadi favorit Kardinal Pietro Ottoboni, kemenakan laki laki agung. dari Kardinal Pietro Ottoboni yang mana pada tahun 1689 menjadi Sri Paus Alexander VIII). Dari tahun 1689 hingga tahun 1690 ia berada di Modena; Bangsawan Modena memperlakukan Corelli dengan sangat baik saat ia berada di Modena. Pada tahun 1708 ia kembali ke Roma, dan tinggal di istana Kardinal Ottoboni. Kunjungannya ke Naples, atas undangan raja, diambil Corelli di tahun yang sama

Gaya permainan biola baru diperkenalkan oleh Corelli dan yang dipelihara oleh para muridnya, seperti Francesco Geminiani, Pietro Locatelli, dan lain-lain, serta menjadi arti penting untuk pengembangan permainan biola. Itu telah dikatakan bahwa alur dari semua pemain biola dan komposer terkenal abad-18 Italia “mendorong” mereka kearah Arcangelo Corelli ,seorang pendahulu mereka sebagai ” titik acuan iconic.” (Toussaint Loviko, in the program notes to Italian Violin Concertos, Veritas, 2003)

Bagaimanapun juga, Corelli hanya menggunakan suatu bagian yang terbatas dari kemampuan instrumennya. Hal ini mungkin telihat dari tulisannya; bagian untuk biola,ia sangat jarang meneruskan di atas D pada dawai yang paling tinggi, kadang-kadang mencapai E pada posisi keempat pada dawai yang paling tinggi itu. Cerita telah diberitahu dan diberitahu kembali bahwa Corelli tidak diijinkan untuk memainkan Altissimo in A dengan memperluas bagian-bagiannya dalam lagu pembukaan pada oratorio il Trionfo del Tempo e Disinganno Handel’S (yang dipertunjukkan perdana di Roma, 1708), dan mengambil tindakan serius ketika penggubah memainkan catatan itu.

Meskipun demikian, komposisinya untuk instrumen menandai suatu jangka waktu di dalam sejarah musik kamar. Pengaruhnya tidaklah terbatas pada negerinya. Johann Bach Sebastian belajar dari karya-karya Corelli dan mendasarkan pada suatu gabungan irama musik organ/ organ fugue ( BWV 579) pada Opus 3 of 1689 Corelli.

Masyarakat berbakat musik di Roma juga berhutang banyak pada Corelli. Ia telah diterima di dalam lingkaran paling tinggi/kaum bangsawan, dan dalam jangka waktu panjang memimpin Perayaan Monday concerts di istana Kardinal Ottoboni.

Corelli meninggal dengan kepemilikan kekayaan sebesar 120,000 mark dan koleksi lukisan yang berharga, satu-satunya kemewahan yang mana telah memanjakannya. Ia meninggalkan kedua-duanya kepada teman dan penolongnya, dan siapapun yang dengan baik hati memberikan uang kepada keluarga Corelli. Corelli dikuburkan di Pantheon, Rome. Seseorang masih dapat menelusur balik generasi pemain biola dari siswa ke guru Corelli.

KARYA-KARYA

ARCANGELO CORELLI

Sejak berkarya di Roma, menerbitkan 12 sonata gereja dan 12 sonata kamar (1681-1694), kemudian 12 sonata biola serta 12 concerti grossi. Gaya Corelli seimbang, khidmat dan luas, kesannya dijadikan kolosal dengan digandakan jumlah pemain dalam sonata gereja dan concerto grosso sampai 150 pemain.

Komposisi Arcangelo Corelli dibedakan oleh suatu arus nyanyian yang indah, yang dikatakan sudah membebaskan dari peraturan yang tegas tentang nada pengiring.

Concerti grossinya telah populer pada Kultur barat. Sebagai contoh, sebagian dari Christmas Concerto, Op.6 No.8, ada di dalam soundtrack film Master and Commander: The Far Side of the World. Ia juga sering disebut-sebut di dalam novel Captain Corelli’s Mandolin.

. Corelli menyusun 48 sonata trio, 12 sonata biola dan continuo dan 12 Concerti Grossi.

Enam Opus benar-benar dianggap berasal dari Corelli, bersama-sama dengan beberapa karyanya yang lain :
Opus 1: 12 sonatas da chiesa (trio sonatas for 2 violins andcontinuo) (Roma 1681)
Opus 2: 12 sonatas da camera (trio sonatas for 2 violins and continuo) (Roma 1685)
Opus 3: 12 sonatas da chiesa (trio sonatas for 2 violins and continuo) (Roma 1689)
Opus 4: 12 sonatas da camera (trio sonatas for 2 violins and continuo) (Roma 1694)
Opus 5: 12 Suonati a violino e violone o cimbalo (6 sonatas da chiesa and 6 sonatas da camera for violin and continuo) (Roma1700) Sonata yang terakhir adalah satu set “variasi” pada La Folia..
Opus 6: 12 concerti grossi (8 concerti da chiesa and 4 concerti da camera for concertino of 2 violins and cello, string ripieno and continuo) (Amsterdam 1714)
READMORE Share
 

Biografi Antonio Lucio Vivaldi (Violinist)

Vivaldi- Antonio

Antonio Lucio Vivaldi (lahir di Republik Venesia, 4 Maret 1678 – meninggal di Wina, 28 Juli 1741 pada umur 63 tahun) yang dijuluki il Prete Rosso (Pendeta Merah) adalah pendeta dan komponis musik barok dari Italia. Ia dikenal sebagai maestro alat musik biola. Saat masih berusia dua puluhan, ia sudah menghasilkan komposisi musik yang dianggap sempurna. Sekitar lima ratus komposisi konserto telah dihasilkan sepanjang hidupnya.

Lahir di Venice, Italia, pada 4 Maret 1678, Vivaldi mewarisi kemampuan bermusik dari ayahnya, Giovanni Battista Vivaldi[2], yang juga merupakan pemain biola di Katedral San Marco. Dalam usia yang masih muda, Vivaldi telah diajari bermain biola oleh ayahnya. Mereka juga berkeliling Venice untuk mempertunjukkan permainan biola.

Karena kondisi keluarganya yang miskin, Vivaldi akhirnya mengikuti pelatihan kependetaan. Pada abad ke-17, cara ini biasa ditempuh untuk memperoleh pendidikan gratis. Ia mengikuti pelatihan kependetaan pada 1693 di gereja lokal, S. Geminiano dan S. Giovanni di Oleo. Ia diteguhkan pada 1703 dan sempat melayani sebagai pendeta sampai akhirnya memutuskan mundur pada akhir 1706.

Ada kisah tersendiri di balik mundurnya Vivaldi dari posisinya sebagai seorang imam/pendeta. Vivaldi menyebutkan alasannya mundur dikarenakan penyakit asmanya. Meski demikian, ada juga yang mencurigai mundurnya Vivaldi dari posisi itu dikarenakan minat dan aspirasinya yang begitu besar akan musik.

Karir
Setidaknya, ada empat tahap dalam karier Vivaldi, sebagaimana dikemukakan oleh Frederic Delamea[3]. Tahapan pertama ialah ketika ia diakui sebagai seorang yang brilian dalam musik istrumental. Pengakuan ini diperolehnya ketika salah satu penerbit di Italia, Sala, yang diikuti penerbit ternama asal Belanda, Roger, mencetak dua opus[4] sonata dan koleksi revolusioner konserto biola milik Vivaldi, Estro Armonico (1711) dan La Stravaganza (1714). Reputasinya yang mencapai Jerman ini membuat Johann Sebastian Bach memuji Vivaldi, bahkan Bach sendiri mendapatkan inspirasi dari karya Vivaldi.

Tahap kedua dalam kariernya ialah ketika ia mulai mengajar di Ospedalle della Pieta[5]. Di sini Vivaldi bertugas sebagai guru musik, membeli instrumen-instrumen musik bagi murid-muridnya dan orkestra yang dipimpinnya ini. Dan Vivaldi berhasil membekali para penghuni Ospedalle della Pieta ini dengan kemampuan paduan suara dan kemampuan bermusik yang sangat baik. Di bawah arahannya, para penghuni Ospedalle della Pieta ini senantiasa menampilkan kualitas musik yang sangat tinggi.

Lalu pada tahap ketiga, Vivaldi mulai merambah dunia teater dengan opera-operanya. Opera pertamanya ditampilkan pada bulan Mei 1713 di Vicenza, yaitu Ottone in Villa. Disebutkan pula bahwa setelah pertunjukan ini, Vivaldi seperti menaklukkan teater-teater di Venice, mengambil alih teater San Angelo dan San Moise. Ia juga menulis Teuzzone dan Tito Manlio pada 1719. Pada salah satu lembar partitur, tertulis "musik oleh Vivaldi, dibuat dalam lima hari". Lalu pada 1720, giliran La Conduce o siano Li veri amici yang ditampilkan.

Tahap keempat dari kariernya ialah perkembangan kegiatan musiknya sebagai seorang komposer pribadi. Dalam masa-masa ini, Vivaldi menerima pesanan komposisi musik, biasanya dari kaumbangsawan. Bahkan Raja Louis XV dari Perancis pernah memintanya menulis komposisi. Serenade La Sena Festeggiante (Festival di Sungai Seine) yang ditulis setelah 1720 merupakan salah satunya.

Sepanjang kariernya, Vivaldi telah menempati posisi yang terhormat. Di Ospedalle della Pieta ia merupakan maestro di violino. Pada 1716, ia dipromosikan sebagai maestro de'concerti. Lalu pada 1717, Vivaldi juga menjabat sebagai Chamber Capellmeister pada Landgrave Philips van Hessen-Darmstadt.

Setelah kelesuan di bidang ekonomi pada tahun 1740, Vivaldi mengundurkan diri dari Ospedalle della Pieta. Ia berencana untuk menetap di Vienna di bawah pelindung yang dihormatinya, Charles VI. Namun, ia tidak menetap lebih lama di Vienna. Sebab pada 28 Juli 1741, ia meninggal dunia. Diperkirakan hal ini disebabkan oleh penyakit asmanya yang berkepanjangan, yang terus dideritanya sejak muda. Ia dimakamkan secara sangat sederhana, seperti halnya Mozart.
READMORE Share
 

Sejarah Gitar



Kata ‘gitar’ atau guitar dalam bahasa Inggris, pada mulanya diambil dari nama alat musik petik kuno di wilayah Persia pada kira-kira tahun 1500 SM yang dikenal sebagai citar atau sehtar. Alat musik ini kemudian berkembang menjadi berbagai macam model gitar kuno yang dikenal dengan istilah umum tanbur. Pada tahun 300 SM Tanbur Persia dikembangkan oleh bangsa Yunani dan enam abad kemudian oleh bangsa Romawi (Bellow, 1970:54-55). Pada tahun 476M alat musik ini dibawa oleh bangsa Romawi ke Spanyol dan bertransformasi menjadi:

(1) guitarra Morisca yang berfungsi sebagai pembawa melodi, dan
(2) Guitarra Latina untuk memainkan akor.
Tiga abad kemudian bangsa Arab membawa semacam gitar gambus dengan sebutan al ud ke Spanyol (Summerfield, 1982:12). Berdasarkan konstruksi al ud Arab dan kedua model gitar dari Romawi tersebut, bangsa Spanyol kemudian membuat alat musiknya sendiri yang disebut vihuela. Sebagai hasilnya, vihuela menjadi populer di Spanyol sementara alat-alat musik pendahulunya sedikit demi sedikit ditinggalkan. Walaupun demikian al ud dibawa orang ke negara-negara Eropa Barat dan menyaingi popularitas vihuela di Spanyol. Di Eropa al ud disambut dengan baik dan berkembang menjadi berbagai model lute Eropa hingga kira-kira akhir abad ke-17. Sementara itu vihuela berkembang terus menjadi berbagai macam gitar selama berabad-abad hingga akhirnya menjadi gitar klasik yang digunakan pada saat ini.

Keaslian gitar tidak dapat dilihat dari keantikannya. Beberapa ahli merasa alat ini berasal dari benua Afrika, dimana banyak replika modern dalam bentuk kotak bulat seperti kulit kerang dengan Gut / benang benang sutera, di banyak daerah benua itu. Ahli lain menemukan alat ini dalam bentuk kaca di relief relief batu tua di zaman Asia Tengah dan Asia Kuno. Bahan pemikiran lain juga timbul dengan ditemukannya vas vas Yunani Kuno yang bercorak. Greek Strings mungkin adalah alat pertama yang dikatagorikan sebagai gitar. Gitar modern kemungkinan berakar dari gitar Spanyol, tetapi berbagai jenis gitar seperti instrumen instrumen yang kita bisa saksikan dilukisan lukisan pada zaman Medieval dan Renaiassance yang banyak terdapat diseluruh Eropa.
READMORE Share
 
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN